
Invalid Date
Dilihat 2 kali

ACEH UTARA — Tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, petani, pemuda, serta masyarakat dari Gampong Gunci, Gampong Kubu, Gampong Lhok Cut, dan Gampong Blang Cut Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, menyampaikan pernyataan sikap terkait rencana pembangunan tanggul di kawasan yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir bandang pada November 2025.
Dalam pernyataan tersebut, masyarakat menyampaikan bahwa mereka bukan menolak pembangunan tanggul maupun upaya pemerintah dalam menangani persoalan banjir. Namun, masyarakat meminta agar rencana pembangunan terlebih dahulu dikaji secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kondisi aliran sungai, elevasi lahan, sistem drainase, kawasan pertanian, serta permukiman warga sekitar.
Salah satu kekhawatiran utama masyarakat adalah pembangunan tanggul pada atau di atas lokasi tanggul lama yang rusak dapat memengaruhi pola aliran air. Apabila kapasitas aliran dan jalur pembuangan tidak diperhitungkan secara tepat, masyarakat khawatir air dapat tertahan dan menimbulkan genangan di kawasan sekitarnya.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi sangat berdampak terhadap lahan persawahan dan pertanian masyarakat di empat gampong, yang menjadi salah satu sumber mata pencaharian warga.
Selain lahan pertanian dan perkebunan masyarakat juga sangat mengkhawatirkan kemungkinan dampak terhadap permukiman apabila tebing dan aliran air tidak memiliki jalur yang memadai. Karena itu, mereka meminta agar aspek keselamatan rumah warga dan fasilitas umum turut menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan.
Masyarakat menilai penanganan pascabanjir tidak cukup hanya dengan membangun tanggul pada lokasi tertentu. Diperlukan kajian terhadap kondisi sungai, kapasitas aliran, elevasi lahan, sistem drainase, jalur pembuangan air, serta titik-titik rawan banjir.
Mereka juga meminta pemerintah dan instansi terkait melibatkan perwakilan masyarakat dari Gampong Gunci, Gampong Kubu, Gampong Lhok Cut dan Gampong Blang Cut dalam pembahasan sebelum pembangunan dilaksanakan.

Dalam pernyataan sikap tersebut, masyarakat meminta lima hal utama, yaitu:
Masyarakat berharap pemerintah dapat menemukan solusi terbaik melalui perencanaan yang matang dan berdasarkan kajian teknis, sehingga pembangunan infrastruktur pengendali banjir benar-benar memberikan perlindungan serta rasa aman bagi masyarakat.
“Kami bukan menolak pembangunan dan upaya pemerintah dalam penanggulangan banjir. Kami mengharapkan setiap pembangunan benar-benar berdasarkan kajian teknis yang tepat dan memberikan manfaat serta rasa aman bagi seluruh masyarakat.”

Foto tersebut dapat digunakan sebagai dokumentasi kondisi pascabanjir dan kekhawatiran masyarakat sekitar dikemudian hari terhadap dampak pembangunan tanggul.

HARAPAN SEBELUM DILAKUKAN PEMBANGUNAN TANGGUL
Penanganan Banjir dan Perlindungan Lahan Pertanian
Kondisi kawasan ini menunjukkan dampak serius akibat perubahan alur sungai dan banjir bandang. Untuk mencegah kerusakan yang semakin meluas, pembangunan tebing sungai/tanggul secara permanen dan kokoh merupakan salah satu langkah penting yang perlu segera dilakukan.
Pembangunan tersebut diharapkan dapat:
Selain pembangunan tebing sungai, masyarakat yang telah kehilangan lahan akibat banjir juga membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah, terutama bantuan biaya atau program pemulihan agar petani dan pekebun dapat kembali memiliki sumber penghasilan dan melanjutkan kegiatan bercocok tanam.
Harapan masyarakat: pembangunan tanggul hendaknya dilakukan pada lokasi yang tepat, dengan konstruksi yang kuat dan memperhatikan dampaknya terhadap lahan pertanian serta permukiman di sekitarnya.
Bagikan:

Gampong Gunci
Kecamatan Sawang
Kabupaten Aceh Utara
Provinsi Aceh
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini