Logo

Gampong Gunci

Kabupaten Aceh Utara

Home

Profil Gampong

Infografis

Listing

IDM

Berita

Belanja

PPID

Warga Empat Gampong Sampaikan Keberatan terhadap Rencana Pembangunan Tanggul

Lokasi Pembangunan Tanggul Di Sawang Harus Dikaji Ulang

Invalid Date

Ditulis oleh FAZIR RAMLI, S.P., C.PS

Dilihat 2 kali

Warga Empat Gampong Sampaikan Keberatan terhadap Rencana Pembangunan Tanggul

Warga Empat Gampong Sampaikan Keberatan terhadap Rencana Pembangunan Tanggul Sebelum Dikaji Ulang.

ACEH UTARA — Tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, petani, pemuda, serta masyarakat dari Gampong Gunci, Gampong Kubu, Gampong Lhok Cut, dan Gampong Blang Cut Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, menyampaikan pernyataan sikap terkait rencana pembangunan tanggul di kawasan yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir bandang pada November 2025.

Dalam pernyataan tersebut, masyarakat menyampaikan bahwa mereka bukan menolak pembangunan tanggul maupun upaya pemerintah dalam menangani persoalan banjir. Namun, masyarakat meminta agar rencana pembangunan terlebih dahulu dikaji secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kondisi aliran sungai, elevasi lahan, sistem drainase, kawasan pertanian, serta permukiman warga sekitar.

Khawatir Menimbulkan Genangan dan Mengancam Persawahan dan Pemukiman

Salah satu kekhawatiran utama masyarakat adalah pembangunan tanggul pada atau di atas lokasi tanggul lama yang rusak dapat memengaruhi pola aliran air. Apabila kapasitas aliran dan jalur pembuangan tidak diperhitungkan secara tepat, masyarakat khawatir air dapat tertahan dan menimbulkan genangan di kawasan sekitarnya.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi sangat berdampak terhadap lahan persawahan dan pertanian masyarakat di empat gampong, yang menjadi salah satu sumber mata pencaharian warga.

Selain lahan pertanian dan perkebunan masyarakat juga sangat mengkhawatirkan kemungkinan dampak terhadap permukiman apabila tebing dan aliran air tidak memiliki jalur yang memadai. Karena itu, mereka meminta agar aspek keselamatan rumah warga dan fasilitas umum turut menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan.

Masyarakat Minta Kajian Teknis Menyeluruh

Masyarakat menilai penanganan pascabanjir tidak cukup hanya dengan membangun tanggul pada lokasi tertentu. Diperlukan kajian terhadap kondisi sungai, kapasitas aliran, elevasi lahan, sistem drainase, jalur pembuangan air, serta titik-titik rawan banjir.

Mereka juga meminta pemerintah dan instansi terkait melibatkan perwakilan masyarakat dari Gampong Gunci, Gampong Kubu, Gampong Lhok Cut dan Gampong Blang Cut dalam pembahasan sebelum pembangunan dilaksanakan.


Dalam pernyataan sikap tersebut, masyarakat meminta lima hal utama, yaitu:

  1. Meninjau kembali rencana pembangunan tanggul pada lokasi yang dipersoalkan.
  2. Melakukan kajian teknis dan analisis dampak terhadap aliran air, lahan pertanian, dan permukiman.
  3. Melibatkan masyarakat dan tokoh setempat dari tiga gampong dalam pembahasan rencana pembangunan.
  4. Mencari solusi penanganan banjir yang menyeluruh dan tidak memindahkan risiko banjir dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
  5. Memprioritaskan keselamatan masyarakat, perlindungan lahan pertanian, dan keberlangsungan permukiman warga.

Masyarakat berharap pemerintah dapat menemukan solusi terbaik melalui perencanaan yang matang dan berdasarkan kajian teknis, sehingga pembangunan infrastruktur pengendali banjir benar-benar memberikan perlindungan serta rasa aman bagi masyarakat.

“Kami bukan menolak pembangunan dan upaya pemerintah dalam penanggulangan banjir. Kami mengharapkan setiap pembangunan benar-benar berdasarkan kajian teknis yang tepat dan memberikan manfaat serta rasa aman bagi seluruh masyarakat.”

Foto kolase kondisi pascabanjir:
“Kondisi kawasan terdampak banjir yang memperlihatkan erosi tebing, material sungai, perubahan alur air, dan kerusakan bangunan. Masyarakat tiga gampong meminta rencana pembangunan tanggul dikaji secara menyeluruh agar tidak menimbulkan risiko baru.”

Gambar memperlihatkan salah satu kondisi yang menggambarkan dampak erosi dan kerusakan di kawasan aliran air, antara lain tebing tanah yang tergerus, material batu dan pasir yang terbawa aliran, permukaan sungai sangat besar atau perubahan badan/alur sungai, serta lahan persawahan yang terlihat mengalami kehilangan dan kerusakan yang sangat luas.

Foto tersebut dapat digunakan sebagai dokumentasi kondisi pascabanjir dan kekhawatiran masyarakat sekitar dikemudian hari terhadap dampak pembangunan tanggul.


HARAPAN SEBELUM DILAKUKAN PEMBANGUNAN TANGGUL

Penanganan Banjir dan Perlindungan Lahan Pertanian

Kondisi kawasan ini menunjukkan dampak serius akibat perubahan alur sungai dan banjir bandang. Untuk mencegah kerusakan yang semakin meluas, pembangunan tebing sungai/tanggul secara permanen dan kokoh merupakan salah satu langkah penting yang perlu segera dilakukan.

Pembangunan tersebut diharapkan dapat:

  • 🏗️ Memperkuat dan mengamankan tebing sungai dari abrasi dan erosi.
  • 🌊 Mengurangi risiko luapan serta perubahan alur sungai saat banjir.
  • 🌾 Melindungi lahan persawahan dan perkebunan masyarakat.
  • 🏡 Mencegah ancaman kerusakan terhadap permukiman warga.
  • 🤝 Memberikan kepastian perlindungan bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan.

Selain pembangunan tebing sungai, masyarakat yang telah kehilangan lahan akibat banjir juga membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah, terutama bantuan biaya atau program pemulihan agar petani dan pekebun dapat kembali memiliki sumber penghasilan dan melanjutkan kegiatan bercocok tanam.

Harapan masyarakat: pembangunan tanggul hendaknya dilakukan pada lokasi yang tepat, dengan konstruksi yang kuat dan memperhatikan dampaknya terhadap lahan pertanian serta permukiman di sekitarnya.

Bagikan:

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Logo

Gampong Gunci

Kecamatan Sawang

Kabupaten Aceh Utara

Provinsi Aceh

© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia